Bab 70. Akan Menjadi Prioritas

1053 Words

Sekitar pukul Sembilan malam kedua anaknya sudah tertidur lelap. Hal yang Ayna lakukan hanyalah menatap keduanya di tengah keheningan. Jika biasanya sehabis meniduri anak-anak dia selalu menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan suaminya, kali ini tidak. Ponsel Ayna juga sejak tadi hening karena memang sengaja dia matikan. Ayna hanya mengirim pesan ke montir jika mobilnya sudah benar tolong diantar ke rumah Anggun. Awalnya Ayna ingin menboyong kedua anaknya ke Bandung. Tapi mengingat kondisi Alaska yang butuh istirahat, Ayna mengurungkan niat. Alhasil dia hanya pergi ke puncak Bogor untuk menenangkan diri. Ini kepergian pertama Ayna yang tidak diketahui orang-orang bahkan orangtuanya. “Maaf ya kalau Ibu terkesan egois, mentingin diri sendiri. Tapi ini semua demi kalian juga kok. Ibu mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD