Bab 76. Udah Takdir

1356 Words

“Bukan kabar ini yang aku harapin dari kamu, Varrel,” ujar Ayna dengan nada lirih dan bergetar. Kedua mata yang sudah berkabut terus menatap sosok Varrel yang masih terbaring. Beberapa alat terpasang di tubuh pria itu. Seumur hidup, Ayna tidak pernah membayangkan kalau orang terkasihnya harus terbaring lemah di atas kasur rumah sakit. Terlebih ICU. Ayna benar-benar sangka. Sosok Varrel yang biasanya sangat kuat, berbeda dengan hari ini. “Harusnya kamu ngga perlu susulin aku, ngga perlu! Kalau kamu ngga susulin aku, kamu ngga akan begini!” Teriakan Ayna yang cukup kencang membuat beberapa perwat datang menghampiri. Mereka berusaha menenangkan Keyra yang sudah menangis. Ayna berusaha meraih tangan Varrel untuk membangunkan, namun aksinya ditahan oleh perawat. “Mbak, maaf, tapia pa boleh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD