“Kalian itu bagaimana sih? Niat kerja atau tidak? Masa bikin laporan saja salah? Ini juga, saya minta rekapan data keuangan dari dua tahun yang lalu! Kenapa gitu saja tidak bisa? Tim marketing apalagi. Kalian niat promosi atau tidak, sih?! Kalau sudah malas-malasan kerja, kalian semua bisa angkat kaki dari perusahaan ini. Saya dengan senang hati nerima surat resign kalian semua! Masih banyak yang ingin bergabung di sini asal kalian tau.” Semua yang ada di dalam ruangan menundukan kepala. Sudah sepuluh menit mereka semua terkena amarah bosnya. Padahal tidak biasanya seorang Varrel marah besar, paling mentok hanya menegur. Tapi tidak dengan siang ini. Mereka sadar ada kesalahan, tapi itu hanya sedikit. Tetapi reaksi atasannya sangat di luar dugaan. Devan yang juga ada di dalam ruangan hany

