“Aku fikir kamu lagi masak, Ay.” Mendengar suara suaminya Ayna menyeka air mata yang membasahi pipi. Melihat istrinya menangis boleh jadi Varrel kaget. Pria itu langsung duduk, menarik lengan Ayna agar bisa menatapnya dengan leluasa. “Kamu nangis, Ay? Kamu kenapa? Sakit atau kenapa?” tanya Varrel khawatir. Ayna yang ditanya oleh suaminya hanya diam. Sedetik kemudian beberapa pukulan Ayna layangkan ke lengan Varrel. Ada rasa kesal dan gemas yang hinggap di hati Ayna. Mungkin kalau bisa, dia ingin sekali melahap pria dihadapannya. “Kenapa, sih? Aku ada salah sama kamu atau gimana? Perasaan tadi di kamar baik-baik aja, kenapa sekarang begini?” Tangan Varrel terulur, menyeka air mata Ayna. Walaupun dia berusaha tenang, tetap saja Varrel overthinking. Dengan cepat Ayna menunjuk ke arah t

