“Mau ke mana lagi kita? Kayaknya semua tempat makan udah kita lewatin deh, Sa.” Mendengar keluhan itu Allysa tersenyum lebar. Apa yang suaminya katakana memang benar, tidak salah. Semua tempat makan sudah mereka lewatkan tetapi sampai detik ini Allysa belum menentukan pilihan akan makan di mana. Berbeda dengan Allysa yang masih sibuk memilih, sedangkan Wildan dengan sabar menunggu. Kalau diam au makan di mana saja jadi. Apalagi saat ini perutnya sudah lapar. “Sa?” Allysa meraih lengan Wildan, mengajaknya masuk ke dalam restoran ramen. Iya, dari banyaknya pilihan dia memutuskan makan mie. Padahal tempat itu sudah mereka lewatkan dua kali. Keduanya masuk, lalu duduk untuk memilih menu. Kali ini Allysa mendahulukan suaminya untuk memilih, sedangkan Allysa menopang dagu menatap wajah Wildan

