Bab 95. Dopamin Dan Adiksi

1345 Words

“Aku ingin pergi ke Bali.” Zoya melanjutkan ucapannya, mengulas senyum tipis bergula yang membuat hati siapa pun akan tentram. “Ke Bali?” Enzo bertanya memastikan. Zoya mengangguk cepat-cepat, merapatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan sang suami. “Kangen Kak Elang, mau ya ke sana?” Enzo menekuk dahinya lebih dalam, tampak masih tak percaya dengan keinginan istrinya yang tiba-tiba itu. “Kau merindukan Kakak laki-lakimu?” “Hahaha, Kakak laki-lakiku? Ya Kakakku kan memang satu.” Zoya tertawa lucu melihat ekspresi suaminya. “Tetap saja dia laki-laki. s**t! Bisa-bisanya kau merindukan laki-laki lain setelah ada aku?” Enzo menarik pinggang Zoya cukup kuat hingga tubuhnya terhentak, tangannya bergerak lembut mengusap pinggang itu dengan gerakan halus. “Ya bagaimana, dia yang mengenalku leb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD