Zoya mengulas senyum yang begitu manis membuat Enzo ikut tersenyum. Wanita itu kemudian turun dari atas pangkuannya, mengambil ponsel yang tergeletak si sofa lalu bersandar kembali pada d**a Enzo. Rasanya ia memang tidak pernah bisa jauh-jauh dari pria ini sekarang. “Aku bilang 'kan kalau bosan di rumah sendiri. Aku butuh temen, jadi kau harus membelikanku ini.” Zoya berbicara pelan kemudian menunjukkan sebuah foto kucing-kucing lucu di sebuah platform media sosial yang menjualnya. “Kucing?” Enzo mengernyit, tak menyangka jika Zoya akan meminta itu. “Eem.” Zoya mengangguk cepat-cepat penuh semangat. “Yang ini sangat lucu, Enzo. Belikan, ya?” pinta Zoya memandang Enzo penuh harap. “Aku tidak suka kucing, nanti bulunya menyebar ke mana-mana," sahut Enzo datar tanpa ekspresi. “Tapi

