Tanpa berpikir panjang Matthias ikut menjatuhkan tubuhnya ke air, gulungan ombak menyambutnya membuat tubuhnya terhempas kuat. Ia berusaha keras melawan hawa dingin yang menusuk tulang, fokus pada titik putih dimana gaun pengantin wanita itu perlahan-lahan lenyap. Matthias membesarkan matanya kaget, sebisa mungkin berenang lebih keras hingga akhirnya ia bisa meraih tepian gaun itu dan menyeretnya dengan sangat kuat ke tepian. Ia melawan ganasnya ombak dan hawa dingin air laut hingga akhirnya berhasil sampai ke tepian. “Arghhhhhhh! Kenapa kau menyelamatkanku!” Wanita dengan gaun pengantin itu berteriak marah. Merasa aksinya yang ingin mengakhiri hidup gagal. Matthias masih mengatur napasnya dibuat kesal dengan ucapan konyol wanita itu. Ia menatapnya dengan tatapan penuh amarah. “Jika

