Matthias seperti tak bisa berpikir jernih saat ini. Dalam pandangannya wanita yang dipeluk adalah Zoya hingga ia terus memeluknya tanpa peduli wanita itu berontak. Ia memeluknya seperti bertahun-tahun tidak bertemu, memeluknya sampai d**a terasa sangat sesak berharap bisa mengurangi kerinduan yang menyambar-nyambar layaknya api. “Ndut, maafkan aku. Aku salah, maafkan aku,” ucap Matthias, serak suaranya karena menahan tangis yang tiba-tiba tercekat di tenggorokan. “Anjing! Siapa sih ini orang, lepasin!” Wanita yang dipeluk Matthias itu berontak lebih keras, dan berhasil melepaskan dirinya dari pria yang dianggap tidak jelas. “Tidak usah sok sedih deh, modus baru 'kan buat c***l! Anjing emang,” makinya begitu geram. Bukannya kaget Matthias justru tersenyum manis, ia melihat Zoya di depann

