Calon Adik Embun

1670 Words

Semalam aku kembali dari kantor sangat larut sekali, saat akan pulang ke rumah. Abiyan meminta aku dan Galang untuk nongkrong sebentar di cafe dekat kantorku. Aku mengiyakan permintaan Abiyan karena tidak biasanya dia mengajak kami bertemu. Pasti dia sedang ada masalah. Saking asiknya kami mendengarkan curhatan Abiyan, tidak terasa waktu sudah hampir tengah malam. Aku sangat keget sekali, saat melihat jam pada ponselku. Mama juga sudah mengirimkan pesan banyak sekali, beliau bertanya kapan aku pulang. Dengan kecepatan penuh, aku mengendarai mobil. Agar bisa sampai ke rumah dengan cepat, Saat aku akan kembali tadi Mama menelepon memberi tahu jika sejak tadi Hani muntah terus. Kenapa aku bisa melupakan istriku yang sedang sakit? ah ... sial! “Hani dimana, Ma?” “Ada di kamar, jangan di g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD