Wilona duduk di meja makan dengan sabar, matanya tak lepas dari sosok Devan yang tengah sibuk memasak. Tangan pria itu cepat mengaduk nasi goreng sederhana, nasi putih seadanya, sedikit kecap, garam dan taburan MSG yang tak berpretensi. Namun, aroma harum yang mengepul dari penggorengan itu menusuk hidung Wilona, mengguncang perutnya yang semakin lapar. Jantungnya berdegup, menunggu hidangan sederhana itu siap. Tak lama kemudian, Devan datang membawa sepiring nasi goreng dengan asap yang masih mengepul, lalu meletakkannya di depan sang istri. "Wah, baunya menggoda sekali, Dev. Pasti enak!" seru Wilona dengan wajah berseri penuh harap. Devan hanya tersenyum canggung. "Aku juga nggak tahu sih, Sayang. Tapi semoga saja pas dengan lidah kamu." Ia mengangkat alis, heran. "Kamu benar-benar n

