Wilona terdiam, terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Kamu tadi bilang apa? Kamu, mencintaiku?" tanyanya, ingin memastikan jika apa yang didengarnya tadi bukanlah halusinasi semata. "Ya, aku mencintai kamu. Aku juga tidak pernah berniat untuk berpisah dengan kamu, Wilo," ucap Edward dengan penuh keyakinan. Wilona terpaku, tatapannya mulai melembut, namun suara dalam hatinya masih bergemuruh oleh kebingungan dan keraguan. "Apa itu benar? Setelah semua yang terjadi, kamu benar-benar mencintaiku?" bisiknya lirih, seakan berharap tapi takut menerima jawaban yang menghancurkan. "Maaf, aku harus bilang ini sekarang. Mungkin situasinya kurang tepat, tapi aku tidak peduli dengan itu. Awalnya, aku sudah menyiapkan semuanya, bahkan makan malam kemarin. Tapi, semu

