Wilona terdiam, tatapannya kosong namun dalam hatinya berkecamuk. Di sisi lain, Dahlia mengerti betul keheningan itu. Sebuah bisu yang enggan dia ganggu, karena tak ingin menambah beban Wilona. Dengan suara lembut namun tegas, dia meraih tangan Wilona. "Oma minta maaf kalau apa yang Oma anggap sederhana itu, membebani perasaanmu, Sayang. Tapi dengarkan Oma baik-baik, kalau Devan tidak memperlakukanmu dengan baik, kamu harus berani bicara pada Oma. Oma tidak akan tinggal diam melihat kamu terluka. Devan sudah memutuskan untuk menikahimu. Apapun alasannya, kamu tetap istri sahnya. Dia harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkutmu, Wilo," ucapnya, penuh ketulusan dan keberanian yang tak bisa ditampik. Akan tetapi, kata-kata itu menusuk kalbu Wilona. Dadanya sesak, seolah ada

