Bab 19. Sama-Sama Mau

1077 Words

Ciuman itu semakin lama semakin dalam, semakin membakar setiap ujung syaraf yang mereka miliki. Tangan Devan yang nakal mulai menyelinap masuk ke dalam pakaian Wilona, menelusuri lekuk punggung istrinya yang selembut sutra. Sentuhan itu bukan sekadar menyentuh, tapi membangkitkan api yang tersembunyi dalam dadanya, api gairah yang tak mampu ia bendung lagi. Tak ada kata tolak, hanya keheningan menghantui. Wilona seolah memberi izin tanpa suara. Seakan mendapatkan lampu hijau, Devan semakin berani maju. Dengan perlahan, dia melepaskan setiap lapis pakaian Wilona, mengungkapkan keindahan tubuh yang selama ini terbungkus rapi. Wilona pun membalas, tangan gemetar namun penuh keyakinan menanggalkan baju Devan, menyisakan mereka berdua dalam kepolosan, murni, tanpa sehelai kain yang menempel pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD