Bab 11. Sederhana Tapi Luar Biasa

1024 Words

Rasanya, tenggelam dalam pelukan Devan membuat Wilona kehilangan kendali. Matanya terpaku pada wajah pria tampan itu, mata bulat yang tajam, hidung mancung yang sempurna, bibir tipis dan pipi mulus yang seolah tak pernah disentuh waktu. Semua itu membuatnya terpesona tanpa bisa berkata apa-apa. Keinginan menggelora untuk mencengkeram suaminya semakin membakar dalam d**a, membawa ingatan malam pertama mereka kembali menghantui pikirannya dengan liar. Detik demi detik berputar di kepalanya, mengaburkan logika, mengguncang semua kesadarannya. "Sepertinya, kamu terlalu nyaman berada di pelukanku?" Tiba-tiba, suara Devan yang menggodanya mengoyak lamunan, membuat Wilona tersentak dan buru-buru bangkit. Dia hampir terjatuh lagi, jika saja tak ada tangan Devan yang cekatan menangkapnya tepat wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD