Kegilaan Nico

1071 Words

“Hai cantik!” ucap Nico seraya berjalan mendekat ke arah Lili. Sorot kedua mata pemuda itu tertuju ke arah Lili yang seketika terdiam mematung dengan wajah tegang dan kerkejut. Terlebih lagi ketika ia melihat kedua mata Nico yang memerah. Ia yakin pemuda itu pasti sedang mabuk. Lili mengarahkan sorot matanya pada tangan kanan Nico yang sedang memegang sebatang rokok yang ujungnya terlihat menyala. Lutut Lili terasa bergetar, ia benar-benar merasa takut, terlebih lagi ketika langkah kaki Noco semakin mendekat ke arahnya. Lili menoleh ke kanan dan ke kiri, ruangan itu benar-benar sepi. “Mau ngapain lo ke sini?” sergah Lili yang berusaha terlihat santai meskipun ia sedang dilanda ketakutan. “Aku mau menemani kamu, Sayang. Bukankah kamu butuh teman dan takut sendirian di sini hmm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD