“Aaaarggghhhh … Bangke, sialan! Makin didiamkan makin keenakan, apa aja diembat. Udah kayak singa kelaparan, kemarin janda, sekarang istri adik sendiri. Emang beneran gila kayaknya dia ini!” Lili mengomel dan berteriak sendiri, bahkan ia sampai mengeluarkan cacian dan makian. Bahkan kini, wanita itu langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Vini yang baru keluar dari kamar mandi, tersentak ketika mendengar teriakan sahabatnya. "Lo kenapa, Li? Kesurupan?" tanya wanita itu heran. "Liat ini! Gila banget dia, bukannya nyariin istri, tapi malah kayak gini." Lili menunjukkan layar ponselnya yang sedang menampilkan foto Erika dan Juna. Wanita itu berbicara dengan kasar, tapi matanya berembun, sepertinya ia sedang menahan tangis. "Apa ini?" Vini mengerutkan keningnya. "Ya lo liat, apa

