Mendadak

1723 Words

“Iya, saya akan nikahin kamu, tapi maaf kalau mungkin untuk sementara waktu kita tidak bisa menjadi selayaknya pasangan suami istri, kita butuh waktu untuk menyeimbangkan semuanya,” tutur Juna dengan raut wajah yang terlihat berpikir keras. “Maksudnya iclik gitu, Om?” celetuk Lili terus terang. Juna cukup terkejut ketika mendengar itu, akan tetapi ia sudah tak heran dengan mulut Lili yang memang tidak bisa difiller. “Masih banyak hal lagi yang harus kita bicarakan, Li. Tapi karena melihat situasi dan kondisi, sebaiknya kita menikah saja agar … saya juga bisa lebih leluasa membantu kamu tanpa mengundang fitnah dari orang-orang,” tutur Juna. “Jadi Om beneran mau nikah sama aku?” tanya Lili lagi untuk memastikan. Juna hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia berusaha berpikir lebih d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD