"Bapak ngapain disini? Kok tiba-tiba banget ada di rumah aku? Mana keliatan akrab banget lagi sama Mama," tanya Vini setelah ia duduk di samping Indra. Meskipun merasa tak nyaman, karena jantungnya berdebar kencang, tapi ia tetap duduk di samping pria tersebut. "Saya nyariin kamu," jawab Indra tanpa pikir panjang. "Ya ngapain nyariin aku?" Vini memberanikan diri menatap ke arah Indra, walaupun wajah pria itu terlihat menyeramkan di matanya. Bukan wajahnya yang jelek, akan tetapi raut wajahnya yang membuat ia takut. Apalagi sorot matanya yang selalu terlihat memberikan tatapan interogasi. "Saya harus mengetahui kemana saja calon istri saya," jawab Indra terus terang. "Hah? Calon istri? Sejak kapan aku jadi calon istri Bapak?" Vini langsung syok ketika mendengar jawaban dari pr

