"Oke, aku akan bertanggung jawab," putus Nico pada akhirnya. "Gitu dong kalau jadi laki-laki harus mau tanggung jawab, untung Jira masih bisa diselamatkan, kalau tidak, kamu yang saya bunuh sekalian," ucap ayahnya Jira dengan tegas, pria paruh baya itu menatap tajam ke arah Nico. "Iya, Om. Awalnya juga saya mau bertanggung jawab kok, cuma Jira aja yang maksa detik itu juga, padahal saya ingin membicarakan di waktu yang tepat, bukan di kampus," jelas Nico yang sedikit membela diri. "Sudah, daripada banyak debat, mending kita bicarakan soal pernikahan kalian berdua saja," ucap ibunya Jira yang terlihat tak sabar, bukan tak sabar ingin segera melihat putrinya menikah, tapi ia ingin Nico segera bertanggung jawab agar tidak terjadi hal buruk lagi pada putrinya. "Aku mau Nico nikahin aku

