"Eh Liliput, sembarangan banget lo kalau ngomong, kayak yang mau mati sekarang aja!" Vini langsung menepis ucapan sahabatnya. Bahkan, wanita itu hampir saja memukul lengan Lili jika ia tidak melihat ada jarum infus yang menancap pada tangan sahabatnya. "Abisnya gue pasrah banget, gue gak pernah nyangka kalau gue bakal sakit kayak gini. Hidup cuma sekali, tapi malah penyakitan. Udah yatim piatu, dibenci sama kakak sendiri, sekarang malah sakit kayak gini." Lili menggerutu sambil mengusap air matanya secara kasar. Vini yang mendengar itu, merasa iba sekaligus ingin tertawa. "Udah, jangan sedih. Lo masih beruntung walaupun yatim piatu, dibenci sama kakak sendiri, dan diuji dengan sakit kayak gini, tapi lo punya suami yang sayang banget sama lo. Punya suami yang selalu ada buat lo. Dar

