Ditindih

1041 Words

Lili ikut masuk ke dalam rumah, ia tidak melihat Juna, mungkin pria itu sedang berada di dalam kamar. Lili berjalan dengan perlahan, ia membuka pintu kamar, akan tetapi Juna tidak ada di sana. Lili menyimpan barang belanjaannya yang masih ka bawa, jujur saja hatinya terasa sakit ketika mendengar Juna berbicara dengan nada tinggi padanya. Mungkin karena selama ini ia tidak pernah mendengar pria itu marah padanya. Lili kembali keluar dari kamar, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, entah Juna berada dimana. Sorot matanya tertuju ke arah sebuah kamar yang terletak di samping kamar Dewa. Itu adalah kamar yang sangat jarang dibuka, bahkan ia sendiri juga belum pernah masuk ke dalam kamar itu. Entah mungkin itu adalah ruang kerja Juna atau bagaimana, yang jelas Lili tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD