Sementara itu, di tempat lain, sebuah mobil hitam melaju keluar dari perumahan elit. Dewa duduk di balik kemudi, sorot matanya fokus ke jalan. Tangannya mantap di setir, matanya sesekali melirik spion. Inne duduk di kursi sebelah, bersandar santai. Tatapannya keluar jendela, menikmati pagi yang masih bersih. “Ke proyek dulu,” ucap Inne sambil menoleh ke arah Dewa. “Iya, Tante,” balas Dewa dengan sigap. Sepanjang jalan, Inne beberapa kali memberi arahan. Bukan nada menyuruh, lebih seperti orang yang sudah sangat paham medan. “Ambil kanan, Wa. Lewat situ lebih cepat.” “Pelan dikit, di depan ada truk keluar.” Dewa mengangguk setiap kali. Ia sadar, Inne memperhatikan caranya menyetir. Bukan mencari salah, tapi menilai. Gerbang proyek terbuka. Satpam langsung memberi hormat begitu m

