Lili semakin panik, ia memegangi handuk yang dikenakannya agar Izul tak dapat membuka sehelai handuk yang menutup sebagian tubuhnya itu. “Lepasin! Tolong … tolong ….” Lili berteriak kencang sambil menangis, belum reda ketakutannya atas apa yang dilakukan Izul beberapa waktu lalu, kini ia kembali merasakan hal yang sama. Izul mengulurkan tangannya, pria itu akan membuka handuk yang dikenakan oleh Lili, namun dengan sigap Lili langsung menggigit tangan kekar pria itu dengan kuat. “Arrgghhhh … sakit!” Izul berteriak dan segera menjauhkan tangannya. “Tolong … tolong ….” Lili kembali berteriak kencang, ia menangis histeris, Lili berusaha menyingkirkan pria itu dari hadapannya, namun tenaganya kalah besar oleh tubuh kekar Izul. “Pergi! Dasar manusia biadab! Belum puas kamu melihat kelu

