"What, si Jira bundir? I-ini beneran, Li?" Seketika Vini berteriak histeris ketika melihat Jira sedang dievakuasi. Sementara Lili diam mematung, mulutnya menganga, ia menatap wajah Jira yang pucat, di mulutnya ada busa, dan mata gadis itu belum sepenuhnya tertutup. "Vin, kayaknya belum meninggal deh," ucap Lili secara tiba-tiba dengan nada gemetar. "Lo serius, Li?" Vini menatap wajah Lili, ia sama sekali tidak berani menoleh ke arah Jira. Antara takut dan kasihan, membuatnya terdiam mematung, tapi air mata menetes begitu saja dari kedua pelupuk matanya. "Gue liat dulu." Lili memberanikan diri, ia mengikuti empat orang yang sedang menggotong tubuh Jira dan akan membawanya ke arah ambulance yang sudah terparkir di halaman kelas. "Pak, Jira masih hidup ya?" tanya Lili, meski gemetar

