Erika duduk di atas lantai sambil memegangi perutnya, Juna terkejut karena melihat Erika meringis kesakitan. Ia takut ada masalah dengan kandungan wanita itu. "Astaghfirullah ... Erika ...." Juna setengah berlari masuk ke dalam rumah, ia segera menghampiri Erika yang sedang meringis. "Bang, tolong ..." ucapnya lirih. Juna melihat wajah Erika yang pucat, sepertinya wanita itu sedang tidak main-main. "Erika, kamu kenapa kayak gini?" Juna berjongkok di hadapan Erika. "Aku tadi kepeleset, tolong perut aku sakit banget, Bang," keluhnya sambil meringis. "Ya ampun, ada-ada aja." Juna merasa bingung, satu masalah belum selesai karena Dewa belum ada kabar. Sekarang masalah baru muncul. "Tolong, Bang ..." rintih Erika lagi, wajahnya semakin terlihat pucat, sudut mata wanita itu beremb

