"Sudah, cukup! Kalian kenapa ribut terus? Erika, tolong hargai Mbak Lili," ucap Juna pada akhirnya. "Mbak Lili sendiri juga gak menghargai aku, ya udah kalau gitu aku minta digemput sama ayah sekarang. Daripada disini terus tapi aku stres." Erika mengambil ponselnya di atas meja. "Erika, jangan egois!" Dewa segera merampas ponsel dari tangan Erika. "Aku gak egois, aku cuma mau nyelamatin kesehatan aku," balas Erika dengan nada bicara bergetar menahan tangis. "Tapi kamu justru malah menghancurkan aku. Ayah kamu pasti marah besar sama aku." Dewa mengusap wajahnya kasar. "Itu urusan kamu!" Erika menghentakkan kaki, wanita itu segera masuk ke dalam kamar. "Bang ...." Dewa menatap bingung ke arah Juna. "Kamu tenangkan Erika aja!" titah Juna yang membuat Dewa mengangguk, pria itu s

