BAB 71 - Penebusan Dosa-2

743 Words

Ia menatap pantulan dirinya di kaca, lalu ke arah foto anak-anaknya yang terpampang di atas meja. Wajah mereka membuatnya sadar bahwa mabuk tak akan menyelesaikan masalah. Ia menurunkan kembali botol di tangannya. Ia tak akan melarikan diri dari rasa bersalah ini. Jika penebusan itu berarti harus hidup setiap hari dengan beban atas apa yang telah ia lakukan, maka ia akan menerimanya. Dikara mengambil bingkai foto ketiga dari mereka. Dirinya, Jelita, dan si kembar. Foto itu menampilkan kebahagiaan sederhana yang kini terasa jauh. Ia menatap lama, hingga pandangannya kabur oleh air mata yang berusaha ia tahan. Suaranya pecah ketika berbisik, “Aku yang menghancurkan semuanya, Jelita. Tapi aku akan memperbaikinya. Aku akan membuat keluarga yang kau impikan menjadi nyata. Aku berjanji tak akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD