BAB 72 - Masa Lalu Yang Terungkap-2

689 Words

Ia pun membuka situs perusahaan Dikara. Hal pertama yang mencolok adalah update perihal profil CEO-nya. Foto baru, biografi singkat, dan program amal yang sedang berjalan. Juwita hanya bisa terdiam. Foto pria itu, foto yang dulu tidak pernah ada di sana — kini terpampang jelas di halaman utama. Ia tahu, Dikara melakukannya agar anak-anak bisa melihat wajahnya ketika sekolah membahas proyek itu. Sebuah cara halus untuk mengetuk pintu hidup mereka. Juwita merasakan amarah samar mulai membungkus dadanya. Apakah ini bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan mereka? Secara hukum, Dikara tidak mengganggunya. Ia hanya mendonasikan teknologi pada sekolah. Tapi, mengapa ia harus memilih sekolah anak-anaknya? Mengapa harus sekarang, ketika semua sudah berusaha ia tutupi? Juwita menatap dua anak itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD