BAB 78 - Menahan Diri-2

643 Words

“Kau bisa pakai kendaraanku,” tawar Dikara. Billy menggeleng. “Aku sudah memesan travel. Lebih baik seperti itu.” Dikara mengangguk lemah. “Kalau begitu, sampaikan permintaan maafku padanya. Meskipun … aku tahu dia tidak akan menerimanya.” “Mungkin memang belum saatnya.” Billy menatap sahabatnya, dalam-dalam. “Kau akan tetap di Jakarta?” Dikara bersandar di sofa, menghela napas panjang. “Aku akan tetap di sini. Aku pikir dia sudah cukup terluka. Kecuali Juwita sendiri yang memintaku datang. Sementara ini, aku akan menjauh dulu.” Billy beranjak dan Dikara ikut mengantarnya ke pintu. “Bagaimana kabar Ana?” tanyanya di sela langkah. Billy mendesah ringan. “Masih kesal padamu. Dia marah karena kau menyakiti penulis favoritnya dan juga Jelita sekaligus. Itu sebabnya dia memarahimu di depa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD