BAB 79 - Rencana Baru-2

709 Words

Billy menatapnya lurus. “Dirimu.” Dikara mengerutkan kening. “Aku?” “Ya,” jawab Billy tenang. “Juwita atau Jelita, terserah bagaimana kau ingin menyebutnya. Dia meminta agar kau hadir dalam pertemuan besok. Permintaan resmi, dikirim lewat email Liam.” Raut wajah Dikara berubah. Antara kaget dan tidak percaya. Ada sedikit senyum muncul di sudut bibirnya, tapi Billy langsung memotong dengan nada sinis, “Jangan berpikir ini hal baik. Mungkin dia hanya ingin memberikan peringatan baru atau membuatmu menandatangani sesuatu.” Dikara membisu. “Jangan harap dia akan menyambutmu dengan tangan terbuka,” lanjut Billy. “Aku hanya setuju karena Liam dan aku akan ada di ruangan itu. Jadi, ayo bersiap. Waktumu tidak banyak.” “Aku tidak perlu mengemas banyak hal. Di mobilku sudah ada enam setelan ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD