BAB 80 - Sebuah Pancingan-2

600 Words

Namun alasan sebenarnya lebih dari sekadar perlindungan. Juwita ingin melihat bagaimana Dikara bereaksi terhadap keberadaannya dan terhadap keberaniannya melindungi diri. Ia ingin tahu apakah pria itu akan marah karena merasa ditentang. Ia ingin melihat sejauh mana Dikara masih menjadi ancaman bagi anak-anaknya. “Apa dia sudah datang?” tanya Juwita saat mereka masuk lift. “Hmmmm,” jawab Liam. “Baik Billy maupun Dikara sudah datang sejak semalam. Mereka check-in lebih dulu dariku.” “Kau juga sudah pesan ruang pertemuan, ‘kan? Bukan ruang pertemuan santai seperti waktu hanya bersama Billy?” “Tentu,” jawab Liam sambil menatapnya curiga. “Kau tampak berbeda hari ini, Juwita. Ada apa sebenarnya?” “Dikara sudah tahu tentang anak-anak,” ujarnya pelan. “Dan karena aku tidak mengingat apa pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD