BAB 82 - Tidak Bisa Dimaafkan-2

689 Words

“Aku tidak tahu kalau anak-anak bersamamu saat itu,” jawab Dikara dengan napas berat. “Oh, jadi kalau anak-anak tidak ada, kau bisa menyakitiku, begitu?” Juwita menggelengkan kepala karena kecewa. “Kau benar-benar luar biasa, Dikara. Kau bahkan tidak pernah berpikir sedikit pun tentang bagaimana perbuatanmu akan memengaruhi hidupku, atau kehidupan keluarga kecilku. Semuanya hanya tentang egomu sendiri—tentang keinginan dan kebutuhanmu. Sama seperti saat kau mengintai rumahku. Semua itu bukan karena cinta, tapi karena obsesi.” Juwita kemudian berdiri seraya menatap Liam. “Aku rasa sudah cukup. Aku ingin mengajukan gugatan baru, kali ini aku ingin dia menjaga jarak dari anak-anak. Untuk jangka satu tahun penuh dan bisa diperpanjang jika dia masih tidak mau menjauh dari kami.” Dikara lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD