Ketika ia menunjukkan jadwal tersebut, Cakra hanya mengangguk tapi tetap waspada. “Jangan pikir karena dia pergi, berarti semua disini aman,” ucapnya, penuh kehati-hatian. “Orang seperti dia bisa saja menyewa seseorang untuk tetap mengawasi dari jauh. Biasanya, saat-saat mereka punya alibi kuat justru jadi waktu paling berbahaya. Mereka bisa buktikan sedang jauh, padahal tetap menarik benang dari bayangan.” Juwita mendengarkan dengan seksama. “Sebaiknya kita tetap sesuaikan dengan rencana,” lanjut Cakra. “Kalau empat minggu ke depan tidak ada tanda apa pun, kemungkinan besar dia benar-benar patuh pada perjanjian.” “Kenapa harus empat minggu?” tanya Juwita penasaran. “Sesuai ceritamu, dia punya kecenderungan obsesif. Orang seperti itu butuh kepuasan—dan bagi Dikara, itu berarti melihat

