BAB 96 - Benang Merah-2

710 Words

“Terbang, sepertinya.” Dikara melirik peta di layar. Titik biru itu kini sudah melintasi batas udara. “Bukan perjalanan darat.” “Ya, tapi aku sudah dikabari soal itu,” lanjut Billy cepat. “Jadi, dia tidak melanggar kontrak.” Dikara tersenyum tipis. “Kau mengira aku akan marah?” “Yah, mungkin saja,” jawab Billy, terdengar hati-hati. Dikara tertawa pelan. “Tidak, aku tidak keberatan. Mungkin dia memang perlu waktu menyendiri. Mungkin juga untuk pekerjaannya. Dunia Juwita jauh berbeda dari duniaku. Aku tidak selalu tahu ke mana dia pergi atau apa yang dia kerjakan. Itu bukan hal baru.” Billy terdiam sejenak sebelum bertanya, “Jadi kau baik-baik saja?” “Tentu saja.” Dikara mengangguk walau Billy tak bisa melihatnya. “Lagipula, dia membawa ponsel itu bersamanya, artinya dia tidak berusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD