BAB 102 - Kado Terindah-2

917 Words

Kalimat menggantung di udara. Juwita pernah tumbuh dimana hukuman fisik bisa dianggap wajar untuk mendisiplinkan anak. “Aku tidak yakin Juwita melakukan hal itu,” ujar Dikara, tapi intonasinya melemah. Gurat halus di wajahnya, seolah menandakan sebuah keraguan. Billy tahu, Dikara sebenarnya tidak yakin sama sekali. Masa kecila Jelita, atau Juwita saat ini memang tidak pernah bahagia. Tidak ada yang tahu apa ia akan menerapkan hal yang sama pada anak-anak atau tidak. Ada banyak sisi gelap di masa lalunya yang tetap menjadi misteri—bahkan bagi Billy. Ia tidak tahu sejauh mana ingatan itu masih melekat dalam memorinya. Dan jika ingatan itu masih ada, mungkinkah hal itu bisa mempengarui cara Juwita mendisiplinkan anak-anaknya sendiri? Billy menghela napas panjang dan mencoba menghalau kekhaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD