Juwita: Kami hanya ingin ayah tahu keberadaan kami. Dikara menatap kalimat itu cukup lama, lalu mengetik balasannya. Me: Ayah mengerti, tapi kalian tetap mengambil ponsel itu tanpa izin. Bahkan Ayah tahu itu salah. Saat kalian menyembunyikan ponsel dari Ibu, itu artinya kalian sadar bahwa kalian melanggar aturan. Ayah senang bisa mengobrol dengan kalian, tapi sekarang Ibu kalian pasti kesal. Tak lama kemudian, muncul balasan lain. Juwita: Dia cuma bersikap jahat. Dikara menghela napas. Me: Tidak, ini bukan soal jahat atau tidak. Ini konsekuensi dari tindakan kalian. Dikara kembali menambahkan. Me: Tentu saja kalian mendapat hukuman, Nak. Ibu hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Percayalah, Ayah pernah dalam masalah yang lebih besar daripada itu. Dikara tersenyum tipis. Jika

