BAB 106 - Permintaan Maaf-2

753 Words

Mereka menatap sang ibu tanpa suara, hanya saling berpandangan. Mungkin di benak mereka, hanya satu kalimat yang terus menggema, bahwa dia ayah kami. “Ibu tahu kalian ingin mengenalnya,” ucap Juwita dengan nada lembut. “Tapi Ibu juga tidak tahu siapa dia sekarang. Kalau dia masih seperti dulu—bagaimana Ibu bisa melindungi kalian? Sekarang tempat pertama yang akan dia cari adalah rumah ini. Setelah itu, Madiun. Kita sudah tidak punya tempat lain untuk lari kalau sesuatu terjadi.” Zayn menunduk, lalu mengulurkan ponsel itu padanya. “Kami akan kembalikan, Bu.” Juwita menatap benda itu tanpa mengambilnya. “Untuk apa? Dia sudah tahu kalian bicara dengannya. Ibu tidak mau dia menuduh Ibu lagi, seolah-olah Ibu kejam dan ingin memisahkan kalian. Ibu sudah bilang pada pengacaranya, Paman Billy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD