Anak-anak berteriak memanggilnya dari kejauhan, suara mereka riuh dan penuh semangat, sambil melambai-lambaikan ponsel ke arahnya. Dikara sudah datang. Juwita sendiri sudah lebih dulu menurunkan semua barang dari mobil dan memindahkannya ke dalam garasi, memastikan tak ada satu pun yang terlihat mencurigakan. Ia tidak ingin Dikara langsung tahu bahwa mereka ada di sini. Setelah itu, ia masuk ke dalam rumah dan meletakkan hadiah untuk Dikara di atas meja kecil di lorong, tepat di tempat yang mudah terlihat. Ia tahu kebiasaan Dikara. Pria itu hanya memarkir mobilnya di dalam garasi jika berniat menginap. Dan ia juga tahu, Dikara mungkin tidak akan langsung berpikir sejauh itu hari ini. Dikara datang ke sana hanya untuk satu tujuan yaitu mengambil ponsel yang ia kira tertinggal di sini sebe

