Dikara kembali kesulitan memejamkan mata, sama seperti malam-malam sebelumnya. Ia berbaring di tempat tidur yang pernah disinggahi bersama Jelita. Tentu saja itu hal yang sangat sulit baginya. Bahkan lebih menyakitkan daripada saat Jelita menghilang, dan ia harus tinggal di rumah tamu. Entah mengapa kali ini rasanya berbeda. Ini adalah rumah dan kamar tidurnya. Setiap sudut ruangan ini dipenuhi jejak Jelita. Dulu, berbaring disini sedikit memberinya rasa nyaman. Namun, sekarang setelah semua berubah dan dirinya menjadi sosok yang jauh terpuruk, rasanya sangat asing. Malam ini, perasaan itu semakin jelas. Bahkan, foto mereka yang terpampang nyata di nakas, tidak mampu membantunya untuk terlelap. Foto itu diambil Billy beberapa tahun yang lalu, saat Jelita berbisik bahwa ia mecintainya sete

