Kemudian, Kayla menoleh pada Dikara dan Malik. “Kalian berdua, bantu siapkan meja makan.” “Ibu, aku bisa membantu memasak. Ibu tahu itu, ‘kan?” tawar Dikara. “Kau sudah memasak untuk sarapan,” jawab Kayla sambil mengibaskan tangan. “Juwita juga,” sahut Dikara. “Keluar,” ucap Kayla tegas. “Makan siang ini urusanku, Dikara. Lagipula, aku lebih suka Juwita menemaniku di sini. Dia lucu dan sering membuatku tertawa.” Ia mengibaskan tangan lagi. “Pergilah.” Juwita melihat Malik menarik Dikara keluar dari dapur. “Sudah kubilang,” gumam Malik. “Di mana si kembar?” tanya Juwita. “Main sepeda di luar,” jawab Kaylah. “Mereka akan baik-baik saja.” “Baiklah,” Juwita menghela napas. “Kalau mereka jatuh atau bertabrakan, kalian yang harus merawatnya.” “Mereka sudah bisa bermain sendiri,” Kayla

