BAB 52 - Menunggu Waktu-2

674 Words

“Aku bukan ancaman!” sergah Dikara. “Aku cuma mau—” “Cukup, Dik,” potong Billy dengan cepat. “Pola pikir seperti itu hanya akan menjebakmu. Terus mengulang hal sama tidak akan memberimu apapun.” Dikara mendesis frustrasi. “Lalu bagaimana aku bisa menemukan Jelita? Juwita itu satu-satunya petunjukku.” “Kau terjebak dengan obsesimu,” balas Billy dingin. “Seperti rekaman rusak. Kau bilang tidak berbahaya, tapi justru itulah yang membuatmu berbahaya. Obsesimu sudah melampaui batas.” Dikara menunduk, bergumam pelan, “Aku bukan ancaman.” Bagi Dikara, keinginannya hanyalah menempatkan Juwita di tempat aman, di bawah pengawasannya, agar tahu kapan Jelita muncul. Itu saja. Billy tidak menyerah. “Bayangkan, kalau Juwita menuruti rencanamu dan tinggal di PIK, tapi enam bulan berlalu Jelita teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD