Billy menambahkan dengan suara hati-hati, “Aku tahu luka-luka yang menghilangkan tanda lahirmu, semua bekas operasi dan cederamu. Dikara pasti akan mengerti jika aku tunjukkan foto-foto medis dari rumah sakit. Dia sudah melihat bekas luka di tubuh dan kakimu.” “Tetap saja,” lanjutnya, “saat ini dia masih ingin dekat denganmu. Baginya, kau adalah jembatan untuk menemukan Jelita kembali. Itu sebabnya dia belum memintamu kembali ke Jakarta. Tapi aku sangat mengenalnya, jika waktunya tiba. Dia akan datang atau memintamu menghampirinya. Semua demi satu hal yaitu kau harus mempertemukannya kembali dengan Jelita.” Billy menyandarkan diri, berusaha menata nada bicaranya. “Jika dia diberi waktu beberapa bulan, mungkin obsesi itu bisa mereda. Saat inilah momen terdekat yang dia rasakan untuk mene

