49.Seolah Kita Tak Pernah Saling Mengenal

1384 Words

Ketika Zayn dan ketiga tamunya sudah masuk ke dalam ruangan, Nayla akhirnya bisa menarik napas lebih lega. Sejak tadi dadanya terasa begitu sesak, seolah udara di sekelilingnya habis tersedot oleh ketegangan yang terjadi. Ia menunduk sebentar, mencoba menenangkan diri. Irana… ternyata tidak pernah berubah. Dulu, wanita itu selalu berusaha menjatuhkannya di depan ayahnya sendiri. Kini, caranya tetap sama, hanya saja orang yang ingin diyakinkan kali ini adalah Zayn, calon suaminya. Memikirkan hal itu membuat d**a Nayla kembali terasa perih. Namun setelah kejadian pagi itu, ada satu hal yang justru membuatnya bersyukur. Ia belum sempat berbicara dengan Zayn seperti yang disarankan ibunya semalam. Kalau saja ia benar-benar melakukannya… mungkin yang terjadi sekarang hanya akan lebih me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD