42. Ketika Kendali itu Lepas

1398 Words

Nayla mengeluarkan ponselnya dari balik selimut rumah sakit. Zayn sengaja tidak mengurus administrasi kepulangannya, membuat Nayla terjebak di tempat yang tidak ingin ia tinggali. Dengan hati-hati, Nayla menoleh ke arah pintu. Sunyi. Zayn tampaknya sudah keluar. Barangkali ia bosan berada di kamar yang hanya dipenuhi keheningan. Tangannya gemetar saat menekan nomor. “Rita… bisa ke rumah sakit?” suaranya diturunkan, nyaris berbisik. “Kau baik-baik saja? Aku dengar kau pingsan,” suara Rita langsung terdengar panik. “Aku sudah lebih baik,” jawab Nayla cepat. “Aku tidak bisa rawat inap. Ibu dan Rian pasti panik kalau tahu aku harus tinggal di sini. Bisa tolong datang… bantu aku mengurus administrasi pulang?” Tidak sampai satu jam, pintu kamar rawat itu diketuk pelan. Rita masuk lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD