68. Hari Ini Aku Pergi

1189 Words

Malam itu… rumah kecil itu kembali sunyi. Hanya terdengar suara kipas angin yang berputar pelan. Rian sudah tertidur lelap di kamarnya. Wajah polos itu terlihat begitu damai… seolah tidak tahu apa pun tentang keputusan besar yang akan mengubah hidupnya. Di ruang tengah… Nayla duduk sendirian. Tatapannya kosong. Pikirannya entah ke mana. Langkah pelan terdengar mendekat. Astuti menghampirinya. Wanita itu berdiri beberapa saat, memperhatikan putrinya dalam diam. Lalu perlahan duduk di samping Nayla. “Nay…” Suaranya lembut. Namun penuh kekhawatiran. Nayla menoleh pelan. “Iya, Bu…” Astuti menarik napas panjang. “Kamu tidak perlu melakukan ini hanya untuk menuruti keinginan ayahmu, Nay,” ujarnya. Nada suaranya terdengar tegas. Ada sisa luka lama di sana. “Dulu Ibu mungkin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD