Malam mulai turun saat Zayn akhirnya kembali ke mansion. Langkahnya tenang. Namun pikirannya tidak. Sepanjang perjalanan… hanya satu hal yang terus berputar di kepalanya. Rian. Enam tahun. Tidak pernah menikah. Dan tiba-tiba… semua terasa tidak lagi kebetulan. Tatapannya menggelap. Namun sebelum ia sempat tenggelam lebih jauh, “Zayn.” Suara itu menghentikannya, dugaannya benar. Ibunya sudah berdiri di ruang tengah. Menunggu. Wajahnya tidak ramah. Di sampingnya… Irana juga ada di sana. Zayn langsung tahu. Ini bukan kebetulan. “Kamu ke mana saja?” tanya sang ibu tajam. “Dan apa maksud semua ini?” Zayn menghela napas pelan. Tidak menjawab langsung. “Kenapa kamu datang ke rumah Irana lalu mengatakan hal seperti itu?” lanjutnya. Nada suaranya mulai meninggi. “Kamu tah

