Juna menggeser cangkir Americano di depannya sambil melirik jam di dinding kafe tempat ia biasa menunggu boarding. Sudah hampir setengah jam dia duduk di sini untuk terbang ke Jakarta setelah menginap satu malam di Medan karena mengurus pekerjaan, tapi pikirannya terus melayang ke rumah, ke Sophi, yang tiga minggu terakhir terus saja mengalami ngidam yang aneh - aneh. Sebagai suami, Juna tidak pernah membayangkan bahwa ngidam bisa jadi hal yang begitu rumit. Sebelum ini, ia mengira hanya makanan tertentu yang akan diminta oleh Sophi, tapi ternyata keinginan istrinya sering kali lebih dari sekadar makanan yang sudah jadi atau tinggal dibeli, tapi ternyata dia juga menginginkan makanan yang dibuat oleh Juna sendiri. Seperti sekarang contohnya, barusan Juna selesai teleponan dengan Sophi. Sop

