Sampai di rumah, Bitha buru-buru mandi lalu salat Magrib. Kalau dia menelepon Ervin dulu baru salat, bisa-bisa dia terlambat karena pasti mereka tidak bisa ngobrol hanya sebentar. Sekarang saja sudah pukul enam kurang seperempat, sudah mepet waktu. Sebenarnya Bitha sudah gatal untuk menelepon Ervin, menunggu Magrib yang sepuluh menit lagi terasa lama. Sambil duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur, Bitha melihat ke ponselnya. Tiba-tiba saja wajah Ervin muncul di layar HP-nya. Bitha menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan video call di layar ponselnya. "Halo," sapa Bitha duluan. "Hai ... Kamu sudah pulang, kenapa tidak meneleponku?" tanya Ervin melihat Bitha yang sudah berada di kamarnya bahkan sudah berganti baju rumah. "Aku sebenarnya lagi menunggu Magrib, soalnya kalau a

