Tidak terasa hampir tengah malam Sophi baru diizinkan kembali ke kamarnya oleh Juna, itupun setelah dia memberi ciuman yang lama sebagai password agar pintu bisa dibuka. Walaupun fisiknya sedikit terasa lelah, tapi hatinya senang. Setelah membersihkan wajah dan mengganti bajunya sebelum tidur, sophi naik ke atas tempat tidur empuknya, kamar yang kata Mama Ana adalah kamar tamu ini jauh lebih bagus dari kamarnya di Melbourne. Selain luas, interior nya juga mewah, gorden yang menjuntai saja terlihat sangat tebal dan berat sekali bahannya, sinar matahari saja tidak akan tembus cahayanya. Sophi tidak habis pikir, selama beberapa bulan ini Juna bisa tinggal di tempat yang kecil waktu dia masih di Melbourne, mendengar obrolan mereka tadi di meja makan, Sophi juga jadi teringat cerita Juna yang t

